MyLifeStyle

Sulit tidur? Me too!

9:22 AM




Hello again readers..
Kali ini aku mau buat postingan soal life style, and may be a bit relate with kesehatan yah..

Mungkin ini bakalan aku mix sama curhat yah..
Well, currently I'm having trouble sleep early, and sometimes I can't get enough sleep.
Why? Jawabannya adalah karena sekarang jam tidur aku tuh udah berubah banget.

Sebelumnya pas masih koas, biasanya jam 11 aku udah tidur, karena harus bangun jam 5 pagi.
Apalagi kalo besoknya mau jaga malam, pasti jam 10 aku udah tidur. Kecuali kalo lagi banyak tugas yang belum aku kerjain.

Nah, karena tuntuntan sekolah alias profesi aku yang selalu masuk pagi dan gak boleh telat, makanya aku gak khawatir soal insomnia.
But lately aku jadi sulit tidur, so I did some search in internet aka om GOOGLE. I found some tips from American Sleep Association about sleep hygiene.

Dulu aku memang udah pernah baca soal sleep hygiene ini waktu koas di bagian Psikiatri. Tapi gak aku baca dengan teliti. Cuman yang aku tahu memang sleep hygiene itu adalah perilaku yang dilakukan seseorang untuk membantu dia tidur dengan nyenyak. So, basically it is a behavioral intervention.

Jadi apa saja yang bisa kamu lakukan agar bisa tidur dengan nyenyak?
nih aku share yah tipsmya, tapi pake bahasa Indonesia yah ^^

Pertama, hindari tidur siang. Kenapa? Karena itu bisa mengganggu pola bangun tidur kamu.

Kedua, hindari mengkonsumsi kafein, nikotin (rokok), dan alkohol saat malam.

Ketiga, olahraga pada pagi hari atau saat sore hari. Kamu juga bisa melakukan latihan relaksasi seperti yoga sebelum tidur.

Keempat, jangan makan dekat jam tidur kamu. Kalau kamu sudah mengalami kesulitan tidur saat ini, hindari makanan pedas. Coklat juga mengandung kafein, jadi hindarilah makan coklat sebelum tidur yah :)

Kelima, atur lingkungan tidur kamu. Lampu yang terlalu terang, maupun bunyi bising harus dihindari.

Keenam, hindari aktivitas maupun pembicaraan yang terlalu memicu emosi kamu, entar kamu kepikiran terus dan jadi gak bisa tidur.

Ketujuh, jangan menggunakan tempat tidur kamu untuk menonton tv, mendengarkan radio atau untuk membaca. Gunakanlah tempat tidur untuk tidur. Biar mindset kamu terbentuk, saat kamu udah di tempat tidur, kamu pasti akan tidur. Karena tempat tidur itu untuk digunakan tidur, bukan membaca maupun nonton tv.

Oke readers, sekian dulu yah artikel mengenai sleep hygiene. Mudah2an tips-tips tadi berguna untuk saya, kamu, dan kalian yang sulit tidur.

See you again in the next post.
Don't forget to follow and comment yah :)

Best regard,
Liana

    MyNovelTranslation

    Seoul Station’s Necromancer – Chapter 2

    5:33 AM




    Chapter 2 – Akhirnya tiba di Seoul (Bagian 2)



    Murid-murid tersebut terbatuk-batuk beberapa kali. Mereka berusaha bangun dengan perlahan-lahan, kemmudia mereka lari menjauh setelah memeriksa situasi. Woojin sempat berpikir untuk mengejar mereka. Tapi dia tidak memiliki alasan untuk itu, sehingga dia membairkan mereka kabur.

    “Ma.. makasih banyak hyungnim.”

    Do-jaemin mendekatinya, kemudian membungkukkan kepalanya. Orang aneh ini mengenakan pakaian yang tak kalah aneh, tapi dia telah menolong Jaemin.

    “Ah, biasa saja. Tapi aku ingin bertanya sesuatu kepadamu”

    Jaemin mulai berpikir mengenai cerita seperti apa yang harus dia katakan ketika dia mendengar pertanyaan Woojin. Karena dia telah menyelamatkan seorang anak dari aksi bully, dia pikir Woojin akan bertanya pertanyaan seperti ‘Mengapa mereka memukulimu?’ Namun hal ini jika dia benar-benar orang dewasa yang normal.

    “Tanggal berapa ini?”

    “Hah? Bisa hyungnim ulangi?”

    “Aku bertanya sekarang tanggal berapa?”

    “Ah, ini tanggal 10 November hyungnim”

    “Tahun berapa sekarang”

    “Apa?!”

    Kim-woojin sangat kaget hingga dia tidak bisa berbicara untuk waktu yang lama. Dia telah di ‘kirim’ ke dunia lain pada tahun 2010. Saat itu dia masih kelas tiga SMA.

    “Ha. Apa yang sebenarnya terjadi?”

    Dia telah menghabiskan waktu selama 20 tahun di dunia yang lain itu, tapi itu hanya sebanyak 5 tahun di bumi. Woojin mengelus-ngelus dahinya lagi saat dia berpikir keras.

    “Mungkin ini lebih baik bagiku?”

    Dia berpikir di bumi telah berlalu 20 tahun lamanya semenjak dia pergi, dan dia tidak pernah berpikir sebaliknya. Karena hal ini lah mengapa dia berpikir bahwa dia tidak mungkin mencari keluarganya lagi. Akan tetapi jika dia menghilang hanya 5 tahun, mereka mungkin masih tinggal di rumah yang sama.

    Jika dia berpikir mengenai hal tersebut, itu bukanlah hal yang buruk.

    “Hei, sekarang aku kelihatan berumur berapa?”

    “Apa hyungnim?”

    Mungkin pepatah yang mengatakan ‘keluar dari wajan penggorengan untuk kemudian masuk ke api’ dapat digunakan pada situasi ini? Dia telah menghindari pada murid-murid jahat yang memukulinya tapi dia justru ditangkap oleh orang gila sekarang.

    Jaemin berpikir apa yang harus dia katakan, tapi dia memutuskan untuk mengatakan yang sejujurnya.

    “Sekitar dua puluh dua hyungnim”

    “Benarkah seperti itu?”

    ‘Apakah tubuhku menjadi lebih muda? Apakah aku menjadi lebih muda setelah kehilangan seluruh magic-ku? Atau, tubuhku melakukan restrukturisasi kembali?’

    Dia masih terkejut dengan hal ini, tapi dia memiliki beberapa masalah penting yang perlu diselesaikan terlebih dahulu.

    Dia telah kembali setelah dua puluh tahun, tapi disini hanya 5 tahun berlalu sejak kepergiannya.
    Prioritas penting pertamanya yaitu mencari keluarganya. Dia tidak bisa mengingat nomor telepon rumahnya dan tentu saja, tidak mengingat satu pun nomor handphone mereka. Untung saja, dia berada di SMA tempat dia sekolah dulu, jadi dia masih mengingat cara pulang ke rumah. Jika mereka tidak pindah rumah, dia bisa bertemu dengan keluarganya hari ini.

    Masalahnya adalah bagaimana caranya pulang? Jarak ke rumahnya sama dengan naik bus melalui tujuh stasiun. Mata woojin terlihat tidak yakin.

    “Biarkan aku meminjam uangmu.”

    “Hah?”

    “Biarkan aku meminjam uangmu untuk ongkos bus”

    Jaemin menyesal mengapa dia tidak lari bersama murid-murid tadi. Dia tidak berani menolak Woojin. Dia mampu mengalahkan tiga orang hanya dengan satu pukulan, jadi jika Jaemin menolak meminjamkannya uang, dia pasti bakal kena tinju.

    Jaemin merogoh sakunya, dan memberikan seluruh uang yang dia miliki. Dia memiliki uang sebanyak 7300 won.

    “Terima kasih. Aku berjanji akan mengganti uangmu nanti”

    “Ti.. Tidak perlu hyungnim. Kau tak perlu menggantinya”

    “Tidak, aku pasti akan menggantinya. Apakah kamu berpikir bahwa aku adalah seorang pria yang minta uang pajak sama anak-anak?”

    Woojin mencari-cari sesuatu di dalam sakunya, kemudian dia berkata seperti dia telah lupa mengenai sesuatu.

    “Oh iya. Aku tidak punya handphone. Kamu tulis nomor HP mu di kertas untukku sekarang”

    Jaemin mengikuti perintah Woojin, dan dia mengambil buku dari tas punggungnya. Dia merobek ujung kertas dan menulis nomor HP-nya. Dia berpikir banyak kali apakah dia harus menulis nomor asli atau nomor palsu.

    ‘Eh, dia pasti gak bakalan tahu’

    Jaemin dengan sengaja menuli nomor palsu. Dia tidak ingin di telepon dan di mintai uang lagi. Dia ingin pergi dari sini secepat mungkin sebelum pria tersebut bisa memeras dia lebih lanjut.

    “Oke, hyung bakalan meneleponmu dan mengganti uang yang sudah ku pinjam.”

    “Baik hyungnim. Have a nice day”

    Meskipun pria ini tidak mengganti uangnya, Jaemin hanya ingin secepatnya kabur, dan tidak ingin menemui pria ini lagi. Woojin akhirnya sendiri lagi. Dia meninggalkan tempat pembakaran sampah kemudian berjalan di sekitar sekolah.

    “Ha. Memori masa sekolah dulu terus bermunculan di kepalaku”

    Hanya lima tahun yang telah berlalu, tapi ini sudah dua puluh tahun lamanya Woojin terakhir kali mengunjungi sekolah ini.

    “Aku berumur 24 tahun? Papa dan mama harusnya sudah berumur lebih dari 50 tahun sekarang”

    Ketika dia berpikir tentang keluarganya, hati Woojin terasa terharu biru. Dia telah melewati waktu yang terasa seperti siksaan neraka, dimana dia hanya berharap akan tiba waktunnya dia bisa kembali ke pelukan keluarganya lagi.

    “Aku rasa Sooah telah tumbuh besar sekarang?”

    Adik terkecilnya, Sooah, baru berumur 2 tahun ketika dia pergi, jadi sekarang dia sudah berumur 7 tahun. Langkah Woojin semakin cepat ketika dia berpikir mengenai keluarganya. Ketika dia berjalan di trotoar setelah keluar dari area sekolah, setiap orang yang ditemuinya akan berbisik di belakangnya. Ini bisa dimengerti karena pakaian Woojin saat ini terlihat compang camping.

    Mungkin ini merupakan efek dari travel antar dimensi, tapi perlengkapannya telah menguap. Woojin terlihat seperti pengemis. Bahkan sepatu yang dia gunakan adalah sepatu kulit binatang, sehingga dia terlihat aneh di mata orang-orang.

    “Jeez.”

    Dia sedikit merasa malu, tapi hal ini tidak menurunkan semangatnya. Keaadaan mental Woojin telah melambung tinggi hingga ke poin dia tidak akan menundukkan kepalanya, hanya karena pakaiannya yang seperti pengemis. Ini hanya akan terlihat memalukan hingga dia sampai di rumahnya.

    Woojin berusaha keras untuk mengabaikan setiap bisikan yang datang dari orang-orang yang dia temui, dan ketika dia menemukan stasiun subway..

    “Huh? Mengapa ada pasukan militer disini? Apakah terdapat kecelakaan?”

    Para tentara ditempatkan di sekitar pintu masuk stasiun subway. Ini tidak terlihat seperti latihan pengamanan. Mereka bahkan menempatkan pagar besi dan terdapat penjaga di sekitarnya.

    “Jeez. Apa ini?”

    Woojin mencoba bertanya kepada pejalan kaki yang dia lewati saat itu.

    “Permisi. Aku ingin bertanya kepadamu.”

    “Ah. Aku tidak percaya itu.”

    Seorang wanita paruh baya berumur sekitar 40-an tahun menjawab dengan kesal seperti dia telah melihat seekor serangga. Dia segera pergi dengan buru-buru.

    Apa ini? Ini terasa aneh.

    Dia cepat-cepat memberhentikan dua murid wanita, yang sepertinya anak SMA.

    “Permisi.”

    “Ah, lepaskan aku. Aku tidak tahu apa-apa mengenai religion”

    Woojin menjadi sedikit kesal dengan respon murid tersebut, tapi dia berusaha tetap tenang.

    “Aku bukan ingin menanyakan mengenai religion. Apa yang dilakukan para tentara itu disana? Apakah mereka sedang latihan?”

    “Tentu saja, para tentara itu sedang menjaga pintu masuk dungeon. Ah, lepaskan aku. Aku harus pergi ke tempat les.”

    Murid wanita itu berhasil lepas dari genggaman Woojin. Dia mulai berjalan menjauh sambil membersihkan lengannya seakan-akan telah disentuh sesuatu yang kotor.

    “Ha, sungguh sangat tidak sopan”

    Dia memperkirakan bahwa orang-orang menganggap stasiu subway sebagai dungeon. Di berpikir bahwa lima tahun merupakan waktu yang sedikit, tapi ternyata tidak.

    “Aku rasa itu adalah istilah populer yang digunakan anak-anak saat ini.”

    Well, aku juga melakukan hal yang sama ketika aku masih SMA.

    Istilah-istilah gaul dan singkatan berubah dengan cepat seiring dengan berkembangnya internet. Ini bukanlah hal yang mengejutkan jika seseorang seperti Woojin dari 5 tahun yang lalu tidak mengetahui istilah ini.

    “Huh? Tidak ada tentara yang menjaga tempat ini.”

    Setelah memastikan bahwa tidak ada seorangpun yang ada pada pintu masuk stasiun subway di seberang jalan, dia menyeberangi jalan ke arah pintu masuk tersebut. Ketika dia mulai menuruni pintu masuk subway, dia melihat jeruji besi dan pintu besi yang terlihat seperti di penjara-penjara.

    “What the heck? mengapa mereka menutup tempat ini?”

    Pantas saja tidak ada seorang pun disini. Mereka telah menutup tempat ini. Woojin melihat ke jeruji di seberang, dan dia melihat cahaya datang dari terowongan subway.

    Pintu besi juga terkunci dengan kunci yang kuat dan keras. Dia melihat di sekelilingnya dan melihat ruangan yang berukuran kecil yang terlihat seperti pos penjaga. Dia melihat ke dalam ruangan tersebut, dan menemukan buntelan kunci. Dia mengambilnya dan mencoba membuka pintu tersebut.

    Klik. Pintu itu akhirnya terbuka.

    “Apa-apaan ini? Apakah pekerja subway sedang pergi keluar?”

    Dia mengembalikan buntelan kunci itu ke tempat semula, kemudian berjalan menuju sisi lain dari pintu besi tersebut. Tidak ada siapapun di bawah lampu penerangan yang sangat silau tersebut, dan suasananya agak sedikit menyeramkan.

    “Mereka mungkin telah menutup stasiun ini.”

    Jika mereka telah menutup stasiun maka tidak mungkin mereka akan mengoperasikan kereta subway. Woojin ingin kembali ketika hal itu terjadi.

    < Kamu telah memasuki dungeon pada pintu keluar pertama Stasiun Gwachun.>

    “Huh. Apa itu?”



    --------------------------
    Notes: Dilarang menggunakan terjemahan ini untuk kepentingan komersil. Hak cipta tetap milik penulis novel.
     

    MyNovelTranslation

    Seoul Station’s Necromancer – Chapter 1

    11:53 PM





    http://thestoriesblogger.blogspot.co.id/2016/11/seoul-stations-necromancer-bahasa.html


    Note: Sebelum baca, inget baca istighfar yah, soalnya chapter ini banyak sumpah serapahnya :p

    Chapter 1—Akhirnya tiba di Seoul!

    Tubuhnya di kelilingi oleh cahaya yang mengalir keluar dari administrator dimensi. Seluruh tubuhnya terasa hancur hingga ke sel-sel tubuhnya kemudian dia merasakan sensasi aneh saat sel-selnya seakan tercerai berai ketika kegelapan menelannya.

    Dia berada di tempat yang sangat jauh, dimana waktu dengan mudah terlupakan. Meskipun dia berusaha keras, namun dia hampir tidak mampu memepertahankan kesadarannya.

    ‘Gang-woojin! Bangun.’

    Dia tidak tahu sudah berapa lama waktu telah berlalu, tapi cahaya akhirnya muncul dari kegelapan. Cahaya itu mendekatinya dan dia ditelan oleh cahaya. Kemudian dunia menjadi terang, dan bau busuk sampah menusuk hidungnya.

    ‘Oooh ooh’

    Dia mengerang, tapi tidak mampu mengeluarkan suara lainnya. Dia hanya mampu membuka matanya, dan apa yang terlihat hanya atap bata yang telah hancur. Setelah beberapa waktu, dia akhirnya merasakan sensasi di jari-jarinya telah kembali.

    Dia mulai merasakan di sekelilingnya. Dia berada di atas karung goni yang bisa di daur ulang. Bau busuk sampah yang tidak diketahui berasal dari sana.

    “Aku telah kembali.”

    Dia berpikir bahwa dia tahu tempat ini dimana. Dia mengingatnya ketika melihat sekilas dari memorinya dulu yang hampir terlupakan.

    “Tempat pembakaran sampah tanaman sekolah”

    Dia telah pergi ke “tempat itu” dua puluh tahun lalu dari lokasi ini. Dia telah kembali lagi ke tempat awal peristiwa tersebut dimulai.

    ‘Ini sudah berlalu dua puluh tahun, tapi semuanya masih terlihat sama.’

    Ini terlihat sedikit tua, tapi tempat pembakaran sampah tanaman ini terlihat sama. Ketika dia perlahan menunggu sensasi kembali dirasakan pada tubuhnya, dia membiarkan tubuhnya kembali pulih.

    “Hei, fuck. Cepat sedikit, dasar kampret.”

    Dia hampir tidak mampu menoleh ke arah suara tersebut ketika suara tersebut tiba-tiba muncul. Murid sekolah yang menggunakan seragam yang familiar mulai menuruni tempat pembakaran sampah tanaman.

    “Seragamnya masih tetap sama.”

    Ini tidak akan mengagetkan dia jika desain seragam telah berubah sejak dua puluh tahun lalu. Tapi, seragam itu tidak berubah, dan merupakan pemandangan yang menggembirakan. Ketika dia melihat mereka, dia tahu bahwa dia telah benar-benar kembali ke bumi, sehingga dia tidak bisa mengontrol emosinya.

    Pada pandangan sekilas, tiga murid berseragam menyeret murid lain. Dia terlihat terlalu normal untuk di bully. Juga dia merupakan murid yang ganteng.

    “Dasar anak pelacur. Kamu bisa bicara lagi setelah aku memukulmu”

    “Kenapa aku harus dipukul?”

    “Apa? Masih bisa bicara ya? Dasar anak pelacur.”

    Tinju mereka mulai berterbangan dan keduanya berkelahi seperti anjing. Dua orang yang tadinya menonton akhirnya mulai bergabung dalam perkelahian tersebut, dan perkelahian tersebut menjadi pembantaian satu sisi.

    “Kamu berani melawanku? You asshole.”

    “Kamu itu bagaikan duri dimata kami. Masuk sekolah dalam diam sana.”

    Dia merasa senang melihat mereka bertiga membantai satu murid. Entah bagaimana itu membuat dia mengingat masa lalu. Mungkin iitu karena dia mengalami pengalaman yang brutal selama 20 tahun, sehingga permainan anak-anak seperti ini diangap cute baginya.

    Mereka memukulinya hingga dia berpikir bahwa murid tersebut mungkin bisa mati. Tapi kemudian kelompok tersebut berhenti untuk beristirahat sejenak. Murid tersebut melindungi kepalanya dengan lengan, dan di tubuhnya penuh dengan berbagai luka. Meski begitu, dimatanya masih memancarkan cahaya yang tajam.

    Pemimpin kelompok tersebut, Lee-joonhyuk, tidak menyukai cahaya yang terlihat dimata Do-jaemin. Semua murid takut untuk melihat ke arahnya. Mereka menghindari melihat langsung dirinya atau melihatnya dengan rasa cemburu di mata mereka. Namun, anak pelacur ini melihat langsung kepadanya dengan mata yang penuh cahaya tajam itu.

    “Ha. Fuck. Yo, Jaemin. Apakah itu terasa sakit? Ataukah sangat sangat sakit? Bukankah aku sudah bilang untuk berhenti melakukan sesuatu yang mengganggu di depan mataku? Pergi ke sekolah tanpa keributan saja, oke?”

    “Jangan banyak ngomong. Fuck”

    Hal yang menggangu? Jaemin telah belajar tanpa keributan, dan tidak pernah melakukan sesuatu yang salah. Masalahnya adalah dia sangat ganteng. Dia di hajar karena seorang gadis menyukai Jaemin, tapi dia merupakan orang yang disukai Lee-soonhyuk.

    “Ha. Anak pelacur ini masih belum sadar juga ternyata. Dia perlu beberapa tinju yang mantap. Tahan tubuh si brengsek ini supaya dia tidak bisa lari.”

    Pada saat itu, seluruh sensasi tubuh Woojin telah kembali sepenuhnya.

    “Hei, itu cukup.”

    Ketika suara itu terdengar, murid-murid tersebut mulai melihat di sekeliling mereka dengan terkejut. Mereka melihat seorang pria mengenakan pakaian yang aneh berdiri dari atas karung goni.

    “Fuck you. Apa urusanmu dengan kami? Sudah berapa lama kamu berada disitu?”

    “Hah? Fuck? Satu-satunya yang anak-anak brengsek seperti kalian mampu ucapkan ketika bertemu dengan senior yang hebat yang kekuatannya menyaingi langit?”

    Woojin turun dari tumpukan karung goni. Ah, permukaan bumi. Sudah 20 tahun semenjak aku bisa berdiri di atasnya.

    Meskipun mereka merupakan preman, tapi mereka hanya anak-anak di depan orang dewasa. Mereka merasa kaget dan mulai melihat di sekeliling dengan diam-diam. Biasanya, preman sangat ketat dalam menghargai keturunan sekolah. (Notes: Orang Korea sangat menghormati alumni dari sekolah mereka).

    “Fuck. Siapa yang peduli bila kamu itu senior kami?”

    Aku pikir tidak seperti itu lagi sekarang.

    “Mengapa kamu tidak berhenti memperhatikan kami dan melanjutkan pekerjaanmu? Aku tidak mengerti kenapa seorang pengemis coba ikut campur. Kami, murid-murid SMA tidak takut apapun sekarang ini, Paman, pergi saja sana.”

    Soohyuk sangat blak-blakan. Ucapan Soohyuk menghilangkan kekhawatiran teman-temannya. Dia telah memikirkan segalanya. Pria yang muncul ini bukan guru disini. Terlebih lagi dia ada di tempat pembakaran sampah. Dia sangat yakin bahwa pria ini adalah orang idiot di daerah sekitar sekolah. Dia juga mengenakan pakaian yang sangat aneh.

    “Huh? Mengapa anak-anak sekarang sangat kasar terutama di depan senior yang berbeda 20 tahun dengan mereka?”

    Saat ini Soohyuk semakin yakin setelah mendengar Wookin bergumam dengan dirinya sendiri. Paling tidak, pria ini terlihat seperti mahasiswa dan harusnya masih berumur sekitar 20-an tahun. Dia semakin yakin bahwa pria ini kehilangan akal sehatnya.

    “Jika kamu tidak ingin dipukuli, maka pergi sana. Dasar pelacur kecil.”

    Dia berpikir pria ini akan lari jika dia menakut-nakutinya sedikit. Tapi yang terjadi justru tangan pria tersebut terangkat dan terasa mengancam.

    “Itu tidak akan berhasil.”

    Woojin mengangkat tangannya dan mengarahkannya ke depan dengan cepat sehingga Soohyuk kaget dan tanpa disadari mundur ke belakang.

    “.....”

    “.....”

    Woojin keget dan mencoba mengarahkan tangannya le arah depan sekali lagi. Mengapa binding magic tidak terbentuk? Soohyuk mengerutkan dahi terhadap Woojin yang masih kaget.

    “Shit. Apa yang coba kamu lakukan?”

    “Eh? kenapa ini menjadi seperti ini? Bind!”

    Woojin, terus menerus mengarahkan tangannya kedepan ketika dia berteriak. Tapi magic tetap tidak terbentuk. Soohyuk langsung mengejeknya.

    “Shit. Aku sempat takut untuk hal yang tidak ada apa-apanya oleh si Otaku brengsek ini.”

    Soohyuk menjadi lebih yakin. Dia sempat takut untuk sesaat oleh si idiot kampung ini, sehingga rasa percaya dirinya terluka. Dia kemudian berlari ke arah depan dan mengarahkan tinjunya kepada Woojin.

    Sebelum tinju Soohyuk bisa mendarat ke kepala Woojin, Woojin menyerongkan kepalanya, dan berpindah ke samping.

    Woosh.

    “Huh? kamu bisa menghidnarinya?”

    Woosh.

    “Dasar anak pelacur. Kamu cari mati yah. Ayo teman-teman hajar dia!”

    Pada seruan Soohyuk, anak buahnya berlari ke arah Woojin.

    “Aku tidak bisa merasakan magic sialan itu”

    Woojin merasa kaget ketika energi magic, yang selalu ada di tangan dan kakinya selama 20 tahun, tidak berespon dengan perintahnya. meski begitu, walaupun dia kehilangan magic-nya, tapi dia tidak cukup lemah untuk dipukuli tinju anak SMA.

    Magician dikenal memiliki fisik yang lebih lemah dari warrior, tapi ini hanya berlaku di dunia lain tersebut. Di tempat ini, kemampuan fisiknya mampu mengalahkan tim Pasukan khusus.

    Jika dia ingin bertahan di tempat yang di penuhi oleh monster, latihan tubuhnya harus setingkat itu.

    Woojin menghindari setiap pukulan anak buah Soohyuk, kemudian meninju mereka dengan pelan bagian pinggang.

    Puh-puh-puk.

    “Ook.”

    Tiga serangan yang akurat membuat mereka bertiga merangkak di tanah. Itu terjadi sangat cepat hingga Do-jaemin lupa dengan tubuhnya yang sakit, dan dia menatap Woojin seperti orang bego.

    “He.. Hebat.”

    Setelah Woojin mengalahkan murid-murid sialan tersebut dia mengusap-usap dahinya. Ketika pikirannya menjadi sangat kompleks, dia memiliki kebiasaan yang tidak disengaja untuk melakukan gerakan tersebut.

    “Well, kurasa hal ini tidak masalah?”

    Mungkin ini merupakan efek samping dari perjalanan antar dimensi. Dia tidak yakin jika dia telah kehilangan magic-nya ataukah magic tersebut telah tersegel. Meski begitu itu mungkin tidak masalah.

    Tempat ini adalah Seoul.

    Monster tidak akan lagi mengancam dirinya, dan dia tidak perlu bertarung hingga mati untuk bertahan hidup.
    Mungkin?


    Notes: Aku menerjemahkan ini hingga larut malam, jadi kalau ada yang merasa hurufnya ketinggalan atau translate-nya agak aneh, bisa comment agar bisa dikoreksi.  Aku sangat berterima kasih jika ada kritik dan saran yang membangun dari pembaca. Feel free to sharing your opinion in the comment below. (Liana)


    --------------------------
    Notes: Dilarang menggunakan terjemahan ini untuk kepentingan komersil. Hak cipta tetap milik penulis novel.
     


    MyNovelTranslation

    Seoul Station’s Necromancer -- Prolog

    6:10 AM






    Chapter 0 – Prolog

    Aku akhirnya mencapai tempat ini.

    Aku tidak peduli bagaimana perjalanan ini akan berakhir.

    Aku akan kembali.

    “Kamu adalah seorang necromancer yang telah mencapai puncak...”

    Suara administrator dimensi terdengar di telinganya. Dia merupakan mahluk energi scarlet yang memakai armor.

    “Kemana kau ingin pergi?”

    Ini merupakan kalimat yang paling ingin di dengarnya.

    Selama 20 tahun sebelumnya, dia telah mati beberapa ratus kali saat dia menahan kesengsaraan yang terjadi. Sekarang dia merasa dia telah mendapatkan hadiah penghargaan hidupnya.

    “Kemana menurutmu? Tentu saja, itu Seoul.”

    Setelah menghabiskan 20 tahun di planet Alphen, dia akan kembali ke rumah.


    --------------------------
    Notes: Dilarang menggunakan terjemahan ini untuk kepentingan komersil. Hak cipta tetap milik penulis novel.

    Tags: Seoul Station's Necromancer, Korean Light Novel, Light Novel Bahasa Indonesia